No image available for this title

article

PENGARUH KONSENTRASI PELARUT EKSTRAK ETANOL BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) SEBAGAI ANTIKOLESTEROL SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL



Kolesterol yaitu senyawa kompleks hasil produksi tubuh. Kelebihan kolesterol didalam tubuh akan menyebabkan masalah hiperkolesterolemia. Masyarakat menggunakan obat penurun kolesterol berbahan sintetis seperti obat golongan statin. Obat golongan statin menimbulkan efek samping seperti miopati dan rhabdomiolisis. Bawang daun mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid, dan alkaloid. Flavonoid merupakan senyawa yang berperan sebagai antikolesterol. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut ekstrak yang digunakan saat ekstraksi bawang daun dalam menurunkan koleserol. Penggunaan konsentrasi pelarut yang berbeda saat ekstraksi dapat berpengaruh terhadap penurunan kolesterol. Penentuan aktivitas antikolesterol dilakukan dengan menggunakan metode Lieberman-Burchard yang dianalisis pada daerah visibel dengan panjang gelombang maksimal 669 nm. Konsentrasi yang digunakan pada ekstrak etanol 70% bawang daun yaitu 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm, 50 ppm, dan 60 ppm. Konsentrasi pada ekstrak etanol 96% bawang daun yaitu 40 ppm, 50 ppm, 60 ppm, 70 ppm, dan 80 ppm. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulannya bahwa ekstrak etanol 70% bawang daun memiliki kemampuan menurunkan kolesterol dengan nilai EC50 45,439 ppm lebih besar dibadingkan dengan ekstrak etanol 96% bawang daun memiliki kemampuan menurunkan kolesterol dengan nilai EC50 67, 211 ppm.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit Jurnal JIFS: Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia, Volume 3 Nomor 1 : Aceh.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this